« Deklarasi TONGGAK TAHUN PUSAKA INDONESIA 2003 untuk DASA WARSA PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA 2004-2013 | Main

November 27, 2004

PETISI

Petisi Melestarikan Pusaka Alam-Budaya Indonesia

BADAN PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA
(INDONESIAN HERITAGE TRUST)
Jl. Setiabudi Barat 8, Jakarta, Phone/fax 021-8192561. Email: bppi@/


Kepada yth.
Presiden RI
Ketua DPR –RI
Para Anggota Kabinet Indonesia Bersatu
Para Gubernur se-Indonesia
Para Walikota dan Bupati se-Indonesia

Hal: Petisi Melestarikan Pusaka Alam-Budaya Indonesia

Dengan hormat,

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia bersama semua yang bertanda tangan di bawah ini, memohon dengan sangat kepada Bapak/Ibu sekalian untuk:
Membangun tanpa menggusur atau merusak pusaka alam-budaya Indonesia yang telah kita terima dari generasi terdahulu dan yang wajib diserahkan kembali dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam keadaan lestari.

Menyadari kebutuhan pembangunan akan ruang dan sumber daya, berdasarkan pengalaman di seluruh dunia dan pengetahuan yang terkumpul, kami berpendapat bahwa:
Kebijakan yang baik dapat disusun untuk sekaligus menyediakan ruang dan sumber daya bagi pembangunan, dan tetap melestarikan pusaka alam-budaya.

Untuk menghindari konflik antara keperluan pembangunan di pihak satu dan pelestarian di pihak lain, kebijakan itu dapat disusun dengan:
1) Menyadari dan mengakui bahwa pelestarian pusaka alam-budaya juga merupakan tujuan pembangunan itu sendiri, dan
2) Mengelola alokasi sumber daya yang adil dan berimbang, antara lain melalui penegakan disiplin tata ruang yang ketat, agar kebutuhan akan ruang dan sumber daya bagi pembangunan dapat cukup tersedia di tempat lain, dan/atau dengan menempuh cara lain, sehingga tidak menimbulkan tekanan pada pusaka alam-budaya yang harus dilestarikan.

Petisi ini kami sampaikan kepada Bapak dan Ibu sekalian dilandasi oleh keprihatinan yang mendalam atas peristiwa-peristiwa perusakan dan penghancuran yang terus dilakukan atas pusaka bangsa yang belum, sedang diproses, maupun telah digolongkan sebagai Benda Cagar Budaya berdasarkan UU. No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Daftar perusakan yang sedang dan telah berlangsung kami lampirkan (Lampiran a, www.// mt3/petisi/a).

Pertimbangan keuntungan jangka pendek telah banyak mengabaikan manfaat dan kepentingan jangka panjang yang mendukung pembangunan dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Jika hal ini terus berlangsung dikhawatirkan akan terjadi kemerosotan nilai kehidupan dan jatidiri kota dan masyarakatnya. Sementara dibandingkan dengan negara-negara lain Indonesia masih sangat lemah dan terlambat dalam upaya pelestarian pusaka.
Untuk membantu mengatasi masalah di atas, para pekerja, pegiat, dan pemerhati pelestarian dari berbagai pelosok tanah air, yang telah berhimpun sejak tahun 2000 dalam Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia (JPPI), pada tanggal 17 Agustus 2004 telah membentuk Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI).

Sebelumnya, JPPI telah menyelenggarakan Tahun Pusaka Indonesia 2003, mengumumkan Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia 2003 (Lampiran b, www.//mt3/petisi/b), serta mencanangkan program Dasa Warsa Pelestarian Pusaka Indonesia 2004 - 2013 (Lampiran c, www.// mt3/petisi/c).

Selanjutnya kami memohon dengan sangat agar:
1. Pemerintah menjunjung tinggi konsep pembangunan berwawasan budaya dan lingkungan;
2. Pemerintah menempatkan pelestarian pusaka alam-budaya sebagai salah satu tujuan pembangunan yang terlembagakan dalam struktur dan mekanisme kepemerintahan;
3. Para pengambil keputusan turut aktif mengamankan aset pusaka bangsa, yakni kelestarian alam, bangunan dan kawasan bersejarah serta kehidupan budaya masyarakat, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku serta cita-cita bangsa untuk membentuk masyarakat bangsa yang beradab dan berbudaya;
4. Pemerintah bersama masyarakat segera mengadakan evaluasi atas daftar pusaka alam dan budaya, termasuk bangunan dan kawasan bersejarah, yang dilindungi, serta melengkapinya dengan yang belum terdaftar;
5. Pemerintah menegakkan peraturan terkait yang sudah ada, dan menyusun serta memberlakukan peraturan baru yang diperlukan untuk mendukung pelestarian pusaka alam-budaya, termasuk peraturan daerah tentang pelestarian pusaka lengkap dengan sistem insentif dan disinsentif;
6. Pemerintah mengawasi dan melaksanakan pelestarian pusaka sesuai dengan kaidah dan baku-mutu teknis yang setinggi-tingginya;
7. Pemerintah bersikap terbuka dalam membangun kerjasama yang erat antara lembaga pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk mengawasi dan memastikan bahwa berbagai peraturan perundangan dan panduan teknis dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Demikianlah petisi kami, dengan harapan mendapatkan perhatian yang selayaknya dari bapak/Ibu sekalian.

Dipersiapkan di Jakarta, pada hari peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2004
Disuarakan pertama di Bau-bau, Sulawesi Tenggara, 3 Desember 2004

1. BADAN PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA (BPPI)
2. BADAN PENELITIAN DAN PENGKAJIAN PENGEMBANGAN PARIWISATA SENI BUDAYA PULAU BANGKA
3. BADAN WARISAN SUMATRA (Sumatra Heritage Trust), Medan
4. BALI KUNA HERITAGE SOCIETY, Denpasar
5. BANGKA HERITAGE SOCIETY, Pangkalpinang, Bangka-Belitung
6. BELITUNG HERITAGE SOCIETY, Bangka – Belitung
7. IKATAN ARSITEK INDONESIA, JAKARTA 10260
8. JARINGAN PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA (JPPI)
9. KOMUNITAS PEDULI RUANG PUBLIK KOTA JOGJA (KERUPUK), Yogyakarta
10. KOMUNITAS PUSAKA BUTON
11. LEMBAGA KAJIAN PASEBA NUSANTARA ('eL Aji Pantara)-Solo
12. ORGANISASI BUDAYA MELAYU BANGKA “PALBATU”
13. PAGUYUBAN PUSAKA JOGJA (Jogja Heritage Society), Yogyakarta
14. PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA PRANCIS (PPI Prancis)
15. PUSAT KAJIAN INDONESIA TIMUR, UNIVERSITAS HASANUDDIN, MAKASSAR
16. PUSAT KEBUDAYAAN INDONESIA-BELANDA "KARTA
PUSTAKA", YOGYAKARTA.
17. PUSAT PELESTARIAN PUSAKA ARSITEKTUR, JUR. ARSITEKTUR & PERENCANAAN UGM, Yogyakarta
18. PUSAT STUDI KONSERVASI ARSITEKTUR Arsitektur (PUSAKA), UNIVERSITAS BUNG HATTA, Padang.
19. SENTHIR, "The Young Spirit of Jogja Heritage Society ", Yogyakarta
20. SYARIKAT MASYARAKAT ADAT (SARA) TONGKUNO-Kampung Tongkuno, Witeno Wuna-MUNA
21. UNIT KEGIATAN MAHASISWA PELESTARIAN PUSAKA UNIVERSITAS TRISAKTI, Jakarta
22. YAYASAN BONANG, Yogyakarta
23. YAYASAN LEMBAGA AMANAT EDUKASI DAN DEMOKRASI EKONOMI (L.A.E.D.E)Raha-MUNA
24. YAYASAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN INDONESIA BELANDA, Surabaya
25. YAYASAN PUSAKA NIAS/MUSEUM PUSAKA NIAS

26. A Susanto Klingon, penggiat seni jalanan komsate, relawan pawang(paguyuban warga anti penggusuran, Jakarta
27. A. Hery Fuad Dosen Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Jakarta
28. A.R. Ar-Rasyidi Boediman La Ede dari Lembaga Kajian PASEBA Nusantara('eL Aji Pantara)-SOLO.
29. Aa Sudirman, Jl. Dewi Sartika 136 D Jakarta Timur, e-mail:asudirman@hotmail.com
30. Abd. Latif, Sejarawan, Ketua Pusat Kajian Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin, Makassar
31. Abdul Aziz S. Mahasiswa TeknikLingkungan Univ. Trisakti
32. Abdul Fattah Effendi Dangka, Masyarakat Adat Wuna, Warga PASEBA-MUNA.
33. Abdul Quddus Salam MJ, Kaum Muda NU(Komunitas damar_alit Surabaya)
34. Abdullah 'ABI' Faizal, Vice Executive Director Lembaga Kajian PASEBA Nusantara ('eL Aji Pantara)-SOLO
35. Abimanyu TA, Dosen Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Jakarta
36. Abrilianty O.N asisten peneliti pada Kelompok Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan ITB (KP2Par), Bandung, e-mail: abril_xyz@hotmail.com
37. Achmad D. Tardiyana, Arsitek dan Perancang Kota
38. Achmad Syarief, Chiba University, Jepang.
39. Ade Maulani Sabri, penggiat SENTHIR, Center Heritage for Conservation UGM, arsitek, Jogja
40. Ade Purnama, Sahabat Museum, Jakarta
41. Adhi, Bandung Trails, Bandung
42. Adila Suwarmo S, Yayasan Lontar, Jakarta
43. Aditya W Fitrianto, Arsitek, Editor MEMO IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) DKI Jakarta
44. Adnin Nugraha, Karyawan Swasta, Jakarta
45. Afris Irwan, Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, YOGYAKARTA
46. Agung Aditia, Mahasiswa Fakultas Hukum Univ. Trisakti
47. Agung Prihanto, Sahabat Museum,Jakarta
48. Agus Hartono, Aktivis Kelopak Indonesia-YPHA, Jakarta
49. Agus Leonardus, Fotografer, Anggota KERUPUK, Yogyakarta
50. Agus T, Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, YOGYAKARTA
51. Agustan, Laboratorium TISDA-BPPT, Jakarta
52. Ahmad Arif, Senthir, Wartawan KOMPAS, Pecinta Pelestarian YOGYAKARTA
53. Ahmad Djuhara, Arsitek, Jakarta
54. Aji Damais, Dewan Pimpinan BPPI, Ahli Permuseuman, Jakarta
55. Alia Widyarini Hapsariniaty, PT. Transformasi Televisi Indonesia, Jakarta
56. Alwi Sjaaf
57. Amanda Achmadi, Jakarta/Stuttgart, Penulis dan Kandidat doktor di bidang Arsitektur dan Kajian Asia, the University of Melbourne
58. Amanda, Bandung Trails, Bandung
59. Amir Hamzah, Lembaga Kajian PASEBA Nusantara ('eL Aji Pantara)-MUNA Representative Office.
60. Amry, Programer, KPSBI-HISTORIA
61. Amstrong Sembiring, Direktur Eksekutif LSM KOMPARTA (JAKARTA DRINKING WATER CONSUMERS COMMUNITY), Jakarta
62. Andhika Budi Prasetya, Fakultas Teknik Arsitektur, Universitas Gadjah Mada(1999-2004)
63. Andi Abu Bakar, Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung, Bandung
64. Andi Putranto, Dosen Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM,Yogyakarta
65. Andipo Wiratama, Sahabat Museum, Jakarta
66. Andre Rusdi, Arsistek – Jakarta
67. Andri K. Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, Greenmapper, Jogja
68. Anfu Fuad Haris, Seniman Perupa, Warga PASEBA-KENDARI
69. Anggi Minarni, Direktur Karta Pustaka, Koordinator Komunitas Peduli Ruang Publik Kota (KERUPUK), Pekerja Budaya, Yogyakarta
70. Aniek Soelistyowati, Lembaga Kajian PASEBA Nusantara ('eL Aji Pantara)-JAKARTA Representative Office.
71. Anindhita N. Sunartio, Dosen Jurusan Arsitektur Unpar, Jakarta
72. Anita Lawudjaja, Universitas Bina Nusantara, Jakarta
73. Anna Meyliawati, arsitek Garis TERAKOTA, Makassar
74. Anna Soraya, Konservator, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta
75. Anne-Marie, Arsitek, Malang
76. Antariksa DR., Dosen Jurusan Arsitektur FT. Unibraw, Malang., Ketua Center of Urbanism and Architectural Studies (CUAS).
77. Antoni, Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, Yogyakarta
78. Antony Sihombing, Dosen Departemen Arsitektur Universitas Indonesia,Jakarta
79. Apriadi Ujiarso, Sapen GK I/581 Yogyakarta
80. Ardini Mayang Kusuma, Mahasiswa Arsitektur UGM, Yogyakarta.
81. Arif Budi Sholihah, Penggiat Senthir, Dosen Arsitektur UII, Mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas Teknologi Malaysia
82. Arifin Harim La Ede, Masyarakat Adat Kampung Tongkuno. Warga PASEBA-MUNA
83. Arry Abdulrachman Wirahadikusumah, Arsitek, Mangga Dua Square
84. Arum, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UII, Pecinta Pelestarian, Jogja
85. Arvin, Bandung Trails, Bandung
86. Arya Abieta, Arsitek, Jakarta
87. Arya Ronald, DR. Staf pengajar Jur. T. Arsitektur dan Perencanaan, FT-UGM
88. Asa, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UII, Pecinta Pelestarian, Jogja
89. Asep Kambali, Pendiri/Ketua KPSBI-HISTORIA, Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia, kang_asepk@yahoo.com
90. Asmayani Kusrini, wartawan, pelajar
91. Astuti, Peneliti Pusat Litbang Permukiman, Bandung
92. Aswar. S, Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu Greenmapper, Jogja
93. Asvi Warman Adam, Sejarahwan LIPI
94. Ayang Cempaka, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UII, Pecinta Pelestarian, Jogja
95. Bakti Setiawan, DR, Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM, Yogyakarta
96. Bambang Eryudhawan, IAI DKI Jakarta
97. Bambang Setia Budi, Toyohashi University of Technology, Jepang.
98. Bambang Triratma, Jurusan Arsitektur UNS, Solo
99. Bernarda Rurit, Green Mapper, Jakarta
100. Bernie Liem, Lembaga Pembina Bahasa Jerman, Anggota KERUPUK, Yogyakarta
101. Bimo Hernowo,Arsitek,AKF Schule, Bochum, Jerman
102. Bondan Winarno, Dewan Pimpinan BPPI, Pendiri Komunitas Jalansutra, Jakarta
103. Budhy Tjahyati, Prof. Dr., Urban and Regional Development Institute, Jakarta
104. Budi Lim, Jakarta
105. Butet Kartaredjasa, aktor, Teater Gandrik Yogyakarta
106. Carla June Natan, Aktivis NGO
107. Catharina Purwani Williams, Dr., The Australian National University catharina.williams@anu.edu.au
108. Catrini Lanang, Pengurus Badan Pelaksana BPPI, Ketua Bali Kuna Heritage Society, Denpasar
109. Cerina Niken Anggraini, Urban Designer/Arsitek, Singapore
110. Ch. Budhi Setyani, Yayasan Wahana Bina Mandiri, Jakarta
111. Chaidar Taridala, Masyarakat Adat Tolaki, Warga PASEBA-KENDARI.
112. Chendra Effendy, Penari, Koreographer – Jakarta
113. Chin Chen, neu Multi Kreasi, Architecture & Interior Consultant, Jakarta
114. Dambung Lamuara Djaja, Anggota KERUPUK, Urban Planner, Yogyakarta
115. Daniel G. Nugraha, Bandung Trails, Bandung
116. Darwis Khudori, DR, Sarjana Arsitektur dan Sejarah, Dosen dan Peneliti, Universitas Le Havre, Perancis
117. Daud Aris Tanudirjo, DR, Dosen Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya UGM, Yogyakarta
118. David A. Sagita, Mahasiswa Arsitektur Univ. Trisakti, Koordinator Pemberdayaan Pemuda BPPI, Ketua Majelis UKM Pelestarian Pusaka Univ. Trisakti
119. David Hutagalung, Jakarta, dhutagalung@usasean.org
120. David Talalo, dtalalo@yahoo.com, Bogor
121. Debby, Bandung Trails, Bandung
122. Deddy Wahjudi, Chiba University, Jepang.
123. Depri H. Winugrahono, Mahasiswa Arsitektur Univ. Trisakti, Anggota Departemen Pemberdayaan Pemuda BPPI
124. Des Alwi, Ketua Banda's Culture and Heritage Foundation(Yayasan Warisan dan Budaya Banda Neira) - Alamat: Rumah Budaya Banda Neira, Maluku. Telp 0910 21022 Fax 0910 21024. Di Jakarta : Jl. Narada 36 tanah Tinggi Jakarta 10549 (Telp021 424151 Fax 021 4240151)
125. Destha T Raharjana, Antropolog, Pusat Studi Pariwisata UGM, Yogyakarta
126. Dewi Ariyanti, Sahabat Museum, Jakarta
127. Devi R. Kausar, INDECON, Jakarta
128. Dewi Tunjung, Sahabat Warisan Budaya, Semarang
129. Devina S. Raditya, Pusat Dokumentasi Arsitektur, Jakarta
130. Diah Ayu Kusumadewi , Hoggeschool Inholland, Diemen-Netherland
131. Dian, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UII, Pecinta Pelestarian, Jogja
132. Dias Pradadimara, Sejarawan, Peneliti, Pusat Kajian Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin, Makassar
133. Didi Kwartanada, Ph.D Candidate - Sejarah, National University of Singapore (NUS), Singapore
134. Digdo Winarso, Sahabat Museum, Jakarta
135. Dila N.M. Bondan, Sahabat Museum, Jakarta
136. Dimas Wihardyanto, Mahasiswa Jurusan Arsitektur UGM
137. Djaliati Sri Nugrahani, Dosen Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM, Yogyakarta
138. Doddy Koeshariandy, Arsitek, Lembaga Kajian PASEBA Nusantara ('eL Aji Pantara)-KENDARI Representative Office.
139. Dodi Wahyudi, Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Sebelas Maret,Solo
140. Dony W. Moehargo, Associate Member of ANZIIF, Certified Insurance Professional, Jakarta
141. Dwi Fajar Irawan, University of Melbourne, Postgraduate Student,Melbourne
142. Dwi Fajariyanto, fajar_rose@yahoo.co,
143. Dwi R. Muhtaman, Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) dan Pengurus Yayasan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN), Bogor.
144. Dwi Rahayu Ningsih (Anis), Majalah Idea, Penulis, Jakarta
145. Dwita Hadi Rahmi, Dosen Arsitektur UGM, Anggota KERUPUK, Yogyakarta
146. Dyah Arnawati, penggiat SENTHIR, Jogja Heritage Society, Arsitek, Jogja
147. Dyah Kartikawening, Pendiri Senthir, Pecinta Pelestarian, Cincinnati, Ohio, USA
148. Eabul, Aruphadatu, Yogyakarta
149. Eddy Setiawan, Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI)
150. Edna C Pattisina, Wartawan Kompas, Jakarta
151. Edy Suhartono, North Sumatra Heritage, Medan
152. Eka Permanasari, PhD Candidate in Urban Design, The University of Melbourne, Australia
153. Eko Alvares Z, DR., Pusat Studi Konservasi Arsitektur, Universitas Bung Hatta, Padang
154. Eko Budiardjo, Prof., Ketua Dewan Kesenian Jawa Tengah, Semarang
155. Eko Mus Handayani Ananda, Sahabat Museum, Jakarta
156. Eko Prawoto, Arsitek, Dosen UK Duta Wacana, Jogja
157. Elanto. W, Greenmapper, Jogja
158. Elfan, Bandung Trails, Bandung
159. Ella Ubaidi, Batavia Advancement Committee, Jakarta
160. Emanuel Danu Primanto, Jejakota 2004, Yogyakarta, e-mail: danuprimanto@yahoo.com
161. Emil Salim, Prof. DR, Jakarta
162. Endah Ciptaning, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UII, Pecinta Pelestarian, Jogja
163. Endah Tisnawati, Pendiri Senthir, Mahasiwa program Master Arsitektur UGM, Arsitek, Jogja
164. Endah WS, Wartawan majalah TEMPO, Jakarta
165. Endra A. G, Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, Yogyakarta
166. Eni Lestari Otsuki, JHS perwakilan Kyoto, Jepang. Ketua: MELATI INDONESIA Organisasi Relawan Kebudayaan Indonesia di Kyoto
167. Ernawan Kusuma, dr, Departemen Kesehatan Jawa Tengah
168. Essy Prita Cinta, T. Planologi ITB,Bandung
169. Evawani Ellisa, DR, Dosen Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Jakarta
170. F. Asisi S. Widanto, JRS-Bna, Pekerja, Banda Aceh. E-mail: widanto@jrs.or.id
171. Fafa Gendra Nata, Dance Critics, Arts Management, Studio Sono Seni Solo
172. Fajar Barianto, mantan mahasiswa, rakyat biasa
173. Faruk HT, DR. dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, anggota Yayasan Seribu Kunang-kunang (multikulturalisme), Yogyakarta
174. Febriyanti S, Pusat Dokumentasi Arsitektur, Jakarta
175. Felia Salim, Dewan Pimpinan BPPI, Ekonom, Jakarta
176. Ferial, STISI (jl.Soekarno-Hatta581), Jakarta
177. Fernando Marpaung, Teknik Sipil, Pusat Studi Pariwisata UGM, Yogyakarta
178. Ferry Djajaprana, Pelukis, Jakarta
179. Fransisca Fenni, Mahasiswi STPB, Bandung
180. FX Harsono, Perupa, Penulis Seni Rupa, Jakarta
181. Gatot Subair, Seniman Perupa, Warga PASEBA-KENDARI.
182. Gracia Dwinita, Jakarta
183. Gutomo Priyatmono, peneliti, PSPK UGM, Yogyakarta (tommyugm@yahoo.com)
184. H.S.M. Soeatmadji, Prof., dr. Ketua Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Belanda, Surabaya
185. Halim Hd, penulis & networker kebudayaan,tinggal di solo.
186. Han Awal, Arsitek, Jakarta
187. Hani, Senthir, Mahasiwi Fisipol UGM, Pecinta Pelestarian, Jogja
188. Hanum Hindrawati, karyawan swasta, Jakarta
189. Harry Kurniawan, Mahasiswa S2 Arsitektur UGM, CUDD, Jogja
190. Hasan Halim, Arsitek, Jakarta
191. Hasti Tarekat, Badan Pendiri & Badan Pengurus, Badan Warisan Sumatra(BWS), Medan
192. Hedi Hariyanto, Pematung, Yogyakarta
193. Helena Ignasia, Postgraduate Student, Pfaffenwaldring 39B, 70569 Stuttgart
194. Hélène Feillard, PhDcand. At EHESS, Paris (History of Java’s Architecture).
195. Helianto, alexandro_heliero@yahoo.com, Aruphadatu, Yogyakarta
196. Hengki, Bandung Trails, Bandung
197. Henry Yostin, Bandung Trails, Bandung
198. Hermanto Idira, CEO Aneka Sandang Interbuana,pt. Warga PASEBA-SOLO.
199. Hermanu, Koordinator Bentara Budaya Yogyakarta, anggota Komunitas Peduli Ruang Publik Kota (KERUPUK), Pekerja Budaya, Perupa, Yogyakarta
200. Heru W. Poerbo, Dosen Arsitektur ITB, Bandung
201. Heru. M, Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, Yogyakarta
202. Hidayatullah, Jaringan Advokasi Jati Sultra (JAJS), Warga PASEBA-KENDARI.
203. Hongky Listiyadhi, Bangka Heritage Society, Arsitek, Pangkalpinang, Bangka-Belitung.
204. Idham Idira, Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Kendari, Warga PASEBA-KENDARI
205. Iis, Bandung Trails, Bandung
206. Ika, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UII, Pecinta Pelestarian, Jogja
207. Ikatan Arsitek Indonesia, Gedung Jakarta Design Center, lantai 7, Jl.Gatot Subroto, JAKARTA 10260
208. Ikung Indrayati, Psikolog, Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia.
209. Illa, Bandung Trails, Bandung
210. Imam Santoso, Dosen Jur. Teknik Arsitektur Universitas Merdeka, Malang
211. Imelda Akmal, Architecture Writer, Jakarta
212. Imelda Irmawati, Penggiat Senthir, DosenArsitektur UKDW Jogja, Arsitek, Jogja
213. Imelda, Bandung Trails, Bandung
214. Imgar, Bandung Trails, Bandung
215. Imron Pangkapi, Ketua Organisasi Budaya Melayu Bangka, Pangkalpinang, Bangka-Belitung.
216. Indah Rahmawati, Karyawan Swasta, Jakarta
217. Indah, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UGM, Pecinta Pelestarian, Jogja
218. Indra Loebis, UGM Yogyakarta
219. Indra Tjahjani, Landscape Architect, Jatiwaringin, email landscape_heritage@yahoo.com
220. Ir.H. Moh. Anwar Ibrahim M.Eng, Eishenhower Fellow 1981, Persatuan Keluarga Besar Pelajar Pejuang Kemerdekaan (PKB-PPK), Jakarta
221. Irman Adha Hidayat, Arsitek, Jakarta
222. Irsyad, mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, Yogyakarta
223. Ismu Rini Dwi Ari, Dosen Perencanaan Wilayah & Kota, Fakultas Teknik ,Universitas Brawijaya, Malang, e-mail: is_2mu@yahoo.com
224. Jalaludin, Sejarahwan, Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia.
225. Jarwo Susetyo Edy Yuwono, Dosen Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM, Yogyakarta
226. Jay Soetija, Penulis dan Peneliti, swasta, Jakarta
227. Jhohannes Marbun, Mahasiswa UGM, Yogyakarta
228. Joddy Purnama Hadi, Arsitek, Jakarta
229. Johannes Adiyanto, Dosen Jurusan Arsitektur Sekolah Tinggi Teknik Musi jl. Bangau 60, Palembang, yadiyanto@hotmail.com
230. Johannes Widodo, DR, Department of Architecture - National University of Singapore
231. John Muhammad, KAPORIT (political band), Management, Band Performer,Arsitek Penulis, Jakarta.
232. Joni Purwo Handoyo, Regional Planner, Pusat Studi Pariwisata UGM,Yogyakarta
233. Joyce M.Laurens, Universitas Kristen Petra,Surabaya
234. Juhri Iwan Agriawan, Peneliti Transportasi, PUSTRAL UGM,www.pustral-ugm.org, Yogyakarta
235. Jusman M, jayus_Gonzaler@yahoo.com
236. Kadeq, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UGM, Pecinta Pelestarian, Jogja
237. Kamal Arif, Dosen Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan,Bandung
238. Kandi Priharsi, Arsitek dan Urbanis, ForumDago, Jakarta
239. Kartum Setiawan, Sejarahwan, KPSBI-HISTORIA
240. Katon Bagaskara, Dewan Pendiri / Pengurus Asosiasi Artis Rekaman Indonesia ( ASARI ), Jakarta Selatan, DKI Jaya
241. KH. A. Yunus Roichan, Anggota DPRD TK. I Jawa Timur, Pimpinan PonPes Salafiyah Nidzomiyah Mojokerto Jawa Timur
242. Kresnowati, Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, Yogyakarta
243. Kris Pitoyo, Arsitek, Tinggal di Medan
244. Kuntarini Rahsilawati, Sahabat Museum, Jakarta
245. Kuss Indarto, anggota Komunitas Peduli Ruang Publik Kota (KERUPUK)Ilustrator, Kurator seni rupa, Yogyakarta
246. Kusumaningdyah N. H (Rully), penggiat SENTHIR "The Young Spirit of Jogja Heritage Society ", Center for Heritage Conservation UGM, Arsitek, Jogja
247. Kusworo Bayu Aji, Seniman teater/Teater Garasi, Yogyakarta
248. La Banara, Tokoh Masyarakat Adat Kampung Tongkuno. Warga PASEBA-MUNA.
249. La Ode Djagur Bolu, Seniman Perupa, Warga PASEBA-KENDARI.
250. La Ode Mohammad Kadhafi, Jaringan Advokasi Jati Sultra (JAJS), Warga PASEBA-KENDARI.
251. La Ode Rahman, Wiraswasta. Warga PASEBA-SOLO
252. La Rahimu, Tokoh Masyarakat Adat Kampung Tongkuno. Warga PASEBA-MUNA.
253. Laksmi Gondokusumo Siregar, Dosen Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Jakarta
254. Lalan Susanti, freelance translator and tour leader, Timor Loro Sae
255. Lany Probojo, Dr. Universitaet Bielefeld, Postfach 100131,Bielefeld/Jerman
256. Laretna T. Adishakti, DR, Dewan Pimpinan BPPI, Dosen Jur. Arsitektur & Perencanaan UGM, Yogyakarta
257. Lieke, Grenmapper Jogja
258. Lindayanti Soelistyo, Jakarta
259. Lucya Dhamayanti, Pustakawan, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta
260. M Budianastas P, Arsitek, Bandung
261. M. Ahmad Husni MD, Dosen UMY, Bonang Foundation, Anggota KERUPUK,Yogyakarta
262. M. Baiquni, Geograf, Pusat Studi Pariwisata UGM, Yogyakarta
263. M. Bambang Susetyarto, Ir. MT. Ketua Bidang Pemberdayaan BPPI, Dosen Arsitektur Univ. Trisakti
264. M. Ervin Yanuar, Mahasiswa Teknik Lingkungan Univ. Trisakti,Koordinator Pemberdayaan Pemuda BPPI, Ketua Komisi Disiplin UKM Pelestarian Pusaka Univ. Trisakti
265. M. Ridwan Kamil, Dosen Arsitektur ITB, Urban Designer di EDAW Asia, Hongkong
266. M. Thoriq, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Jakarta
267. Marco Kusumawijaya, Dewan Pimpinan BPPI, Perencana Kota, Jakarta
268. Maria I. Hidayatun, Surabaya Memori, Universitas Kristen Petra & Dosen Jurusan Arsitektur FTSP UK Petra, Surabaya,
269. Marianne Samosir, Jakarta
270. Mathias Diederich, Dr., Johann Wolfgang Goethe-Universität, Frankfurt, Jerman
271. Max de Bruijn, Sejarahwan, Ahli kota Batavia abad ke-18, Cipete, Jakarta
272. Maya Andria Nirawati, Jurusan Arsitektur UNS, Solo
273. Maya, Bandung Trails, Bandung
274. Mayang, wartawan, Radio 68H, Jakarta
275. Mella Jaarsma, perupa, pemilik galeri seni rupa kontemporer, Yogyakarta
276. Meta Sekar Puji Astuti, Peneliti, Pusat Kajian Indonesia Timur,Universitas Hasanuddin, Makassar
277. Meutia Chaerani, Singapura, e-mail: chaerani@indosat.net.id
278. Mimi Hudoyo, penulis pariwisata, Jakarta
279. Mira Tedja, Tari Indonesia, Jakarta, E-mail: mira@wismanusantara.com
280. Mohammad Danisworo, Prof, Dr, Arsitek, Perancang dan Perencana Kota, Bandung.
281. Muhammad Asrori, Jurusan Arsitektur UNS, Solo
282. Muhammad Danni Gustiono,ST, mahasiswa di Düsseldorf-Germany
283. Mumin, Bandung Trails, Bandung
284. Muslimin Boediman La Ede, Lawyer, Lembaga Kajian PASEBA Nusantara('eL Aji Pantara)-GORONTALO Representative Office
285. Myrza Yuliansyah, Departemen Arsitektur, UI, Jakarta
286. Nadia P. Pusat Dokumentasi Arsitektur, Jakarta
287. Nadrah Zain Muhamad, Reporter Xinhua Finance News Jakarta
288. Naniek Widayati, DR, Pengurus Badan Pelaksana BPPI, Arsitek, CAC group,Laweyan Society
289. Natalia Subagyo, Universitas Indonesia, Jakarta
290. Nedyomukti Imam Syafii, Senthir, IMAYOG, Mahasiswa Arsitektur UGM,Pecinta Pelestarian, Jogja
291. Nila Murti, geologiwan sebuah perusahaan minyak, Jakarta
292. Nindityo Adi Purnomo, perupa, pemilik galeri seni rupa kontemporer, Yogyakarta
293. Nirwono Joga, anggota BPPI, Kelompok Studi Arsitektur Lansekap Indonesia(KeSALI), Arsitek Lansekap, Jakarta.
294. Niswatul Azizah (Anis) Senthir, Mahasiswi Arsitektur UGM, Pecinta Pelestarian Jogja
295. Nugroho Ahmad Muswanto, Arsitek, Jakarta
296. Nunus Supardi, Dewan Pimpinan BPPI, Budayawan, Jakarta
297. Nurfajriah (Ifat), Sahabat Museum, Jakarta
298. Nurtati Soewarno, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Itenas-Bandung
299. Nurul Komari Moefti, Japan Foundation, Jakarta
300. Octarina Suryaning Putri, Sahabat Museum, Jakarta
301. Octovianus Hendra Pratama, Humas Imayog, Undagi Gatra Manunggal,Yogyakarta (octovianus_hp@yahoo.com)
302. Ong Harry Wahyu, Disainer Grafis, anggota Komunitas Peduli Ruang Publik Kota (KERUPUK), Yogyakarta
303. Ons Untoro, Pekerja Budaya, Pimpinan Rumah Budaya Tembi, Yogyakarta
304. Otto Sumarwoto, Prof. DR, Bandung
305. P. Johannes M. Hammerle, OFMCap.Direktur Museum Pusaka Nias, Sumatera Utara
306. P. Viktor Waruwu, OFMCap., SH. Ketua Yayasan Pusaka Nias, Sumatera Utara
307. Paramita Atmodiwirjo, dosen arsitektur UI, Jakarta
308. Patricia P. Adelle Hutauruk, JakartaBooks, Jakarta
309. Pia Alisjahbana, Dewan Pimpinan BPPI, Pimpinan Femina Group, Jakarta
310. Poetra, Bandung Trails, Bandung
311. Pradaningrum Mijarto, Wartawati Harian Warta Kota di Jakarta
312. Pramita Hardjati, Swasta, Mitra Prospero Consultant, e-mail:pramita@mitraprospero.com
313. Prastowo, mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu
314. Prijono Maruto, Dipl. Ing. arsitek, pelukis, Jakarta
315. Prof. dr. Sentot Moestadjab Soeatmadji, Guru Besar Emeritus FK UNAIR,Guru Besar FK Univ. Wijaya Kusuma Surabaya, Ketua Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia-Belanda Surabaya.
316. Pudjo Koeswhoro JL, Semarang Heritage Society (SHS), Semarang
317. Pulung Fadjar Febrieka, Senthir, Pecinta Pelestarian, Musisi,desainer grafis, Jogja
318. Pungky Ardany Kusuma, dr. Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta
319. Punto Wijayanto, Penggiat Senthir, Arsitek, mahasiswa Pascasarjana Ecole d'Architecture de Paris-Belleville
320. Putro E. Pratomo, Mahasiswa Arsitektur Univ. Trisakti, Ketua UKM Pelestarian Pusaka Univ. Trisakti
321. Putu Mahendra, Arsitek, Denpasar
322. Qodarian Pramukanto, Dept. Arsitektur Lanskap, IPB, Bogor; Dept. Of Landscape Architecture, SNU, Seoul
323. R. Darmono, Pemerhati Budaya-Semarang, Arsitek, Semarang
324. R. Pekik Ginong Pratidino, Pekerja Budaya, Jurusan Teknik Planologi ITENAS, Bandung
325. Radiaswari S., Mahasiswa Program Pertukaran Jurusan Arsitektur UGM & Toyohashi University, Toyohashi, Jepang
326. Rahadea Bhaswara, Senthir, Mahasiswa Arsitektur UGM, Pecinta Pelestarian, Jogja
327. Rahayu Sherly Maharani S.St, Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Ang.1999.
328. Rahmad, rahmad_buanget@yahoo.com, Aruphadatu, Yogyakarta
329. Rahman Andra Wijaya, Arsitek Lanskap, Jakarta
330. Rai Pratadaya, Ir, arsitek, Jakarta
331. Raihul Fadjri, jurnalis, Yogyakarta
332. Ramadhani Budiman, Editor Majalah Arsitektur Indonesia Design,Jakarta-Bandung
333. Ranti Yuliska, Arsitek, Jakarta
334. Rara Sukma, mahasiswa S-1 Perencanaan Kota dan Daerah, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, UGM, Yogyakarta
335. Ratna Savitri Ryadiani, Lulusan Pertanian, Landscape Architect,Lenteng Agung, (ababil_putra@telkom.net)
336. Reinaldi Tamin, Arsitek, Staf Pengajar Luar Biasa AR-ITB, anggota komunitas "ForumDago" dan www.kotaindonesia.com , Bandung
337. Relan Masato, Arsitek & Penyusur Jalanan, Jakarta Timur,
338. Reni Yuliastanti, Jogja Heritage Society, Yogyakarta
339. Reni, Mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu, Yogyakarta
340. Restu Imansari Kusumaningrum, Badan Pelaksana BPPI, Arsitek Lansekap,Penari, Jakarta
341. Restu, Mahasiswa Arkeologi UGM
342. Ridho Saputra, Penyiar radio, Yogyakarta, (ridho@elti.co.id)
343. Ridhwan, AFC-Asahimas Fotografi Club
344. Ridwan Demmatadju, Wartawan, Lembaga Kajian PASEBA Nusantara ('eL Aji Pantara), KOLAKA Representative Office
345. Riela Provi Drianda, Kantor Menneg PPN/ Bappenas, Jakarta
346. Rina, Bandung Trails, Jakarta
347. Rini Aisyah, karyawan swasta, Medan
348. Rini Suryantini, Dosen Departemen Arsitektur Universitas Indonesia,Jakarta
349. Rizon Pamardhi-Utomo, Jurusan Arsitektur UNS, Solo
350. Rofikoh ROKHIM (Opiek) Ph.D Candidate, Theory and Applied Micro & Macro Economics, Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Paris
351. Rohadji Trie, Dewan Pendiri POKLAN, pemulung, Bandung
352. Rohman Yuliawan, Grenmapper Jogja
353. Roslita, Arsitek Lansekap, Bogor
354. Rudianto Ekawan, Ketua PPI Prancis 2004-2005
355. Ruly Darmawan, PADI ArtGround, Bandung
356. Ryadi Adityavarman, warga negara Indonesia, Boston, USA
357. Ryan, arupid@yahoo.com, Mahasiswa Arkeologi UGM
358. Samuel Indratma, Anggota KERUPUK, Perupa, Yogyakarta
359. Sandhy Sihotang, Arsitek, Bandung Heritage, Jakarta
360. Sandi Siregar, Prof., DR,Ketua Program Pasca-Sarjana, Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyanagan, Bandung
361. Sardono W. Kusumo, Prof., Dewan Pimpinan BPPI, Budayawan, Seniman,Jakarta
362. Sarwono Kusumaatmaja, Jakarta
363. Satriana Didiek, Jurnalis/Site Manager Lembaga Kajian PASEBA Nusantara ('eL Aji Pantara)-SOLO
364. Satrio Utomo Dradjat, Senthir, Mahasiswa Arsitektur UGM, Pecinta Pelestarian, Jogja
365. Sekarjati Pratitasari, Jogja Heritage Society, Yogyakarta
366. Setiadi Sopandi, Arsitek, Bogor
367. Setiaji Purnasatmoko, Anggota kolektif belajar ekologi social “Hijau Merdeka”, Bandung
368. Setyanto P. Santosa, Jakarta
369. Sinta Carolina, penggiat SENTHIR, Center for Heritage Conservation UGM, pekerja pelestarian, Jogja
370. Siswanto, Senthir, Center for Heritage Conservation, Pekerja Pelestarian, Jogja
371. SL Thay , Habitat for Humanity Indonesia , Yogyakarta
372. Soehardi Hartono, Direktur Eksekutif, Badan Warisan Sumatra, Medan
373. Sotya Sasongko, Pengamat Pariwisata, Pusat Studi Pariwisata UGM,Yogyakarta
374. Sri Handaru Yuliati, Dosen FE UGM, Yogyakarta
375. Sri Handayani, Manila, FILIPINA
376. Sri Hartini, Karyawan, Jakarta
377. Sri Shindi Indira, Mahasiswi Jurusan Teknik Arsitektur, Institut Teknologi Medan, Relawan Badan Warisan Sumatera, Shindi_20@yahoo.com
378. Suarnadi Makuta, Masyarakat Pariwisata Wuna, Warga PASEBA- MUNA.
379. Sugeng Gunadi, Dosen Jurusan Arsitektur, FTSP - ITS; Anggota Tim Pertimbangan Pelestarian Benda Cagar Budaya, Pemkot Surabaya; Anggota Lembaga Pelestarian Arsitektur Surabaya (LePAS); gunadi_s@yahoo.com.
380. Suhadi Hadiwinoto, Dewan Pimpinan BPPI, Arsitek, Jakarta
381. Sunaryo Kusumo, Bandung
382. Suwarno Wisetrotomo, Dosen ISI Yogyakarta, Anggota KERUPUK Kritikus dan Kurator Seni Rupa, Yogyakarta
383. Sylvia Agustina, Jur.Arsitektur Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
384. Syukur Al - Hayat, CEO Wahyu Isna Furniraya,pt. Warga PASEBA-SOLO
385. Tabita Simawati Gunawan, Jurnalis, Jakarta
386. Tamara Palupi, Mahasiswa Arsitektur UGM, Angkatan 2002
387. Tantyo Bangun, National Geographic Magazine-Indonesia, Jakarta
388. Teguh Amor Patria, Bandung Trails, Bandung & Jakarta
389. Thia, tiany_dezh@yahoo.com, Aruphadatu
390. Tiene Gunawan, Ecoregional Planning Associate, The Nature Conservancy Indonesia, SEAMEO BIOTROP Office, Jl. Raya Tajur Km. 6, Bogor 16720, INDONESIA, Tel. +62 251 336020, Fax +62 251 356078, tgunawan@tnc.org
391. Timoticin Kwanda, Dosen Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra
392. Titet Fauzi R, mahasiswa Arkeologi UGM, Aruphadatu
393. Titi Handayani, Arsitek, Direktur Eksekutif Jogja Heritage Society, Yogyakarta
394. Titin Fatimah, Penggiat Senthir, mahasiswa Pascasarjana Universitas Wakayama Jepang
395. Tjahjono Prasodjo, Dosen Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM,Yogyakarta
396. Tri Prasetyaningtyas, JakartaBooks, Jakarta
397. Tridono. W, arupid@yahoo.com, mahasiswa Arkeologi UGM
398. Untung H. Bimo, Wartawan, Jakarta
399. Wahyu Indriyadi, Mahasiswa, Jur. Arsitektur dan Perencanaan FT UGM,Yogyakarta.
400. Valens Riyadi, Administrator Fotografer.Net, (Komunitas Online Fotografi Indonesia)Yogyakarta
401. Valentina Syahmusir, Peneliti, Pusat Kajian Indonesia Timur,Universitas Hasanuddin, Makassar
402. Vicky, Bandung Trails, Bandung
403. Widiatmoko-koko, Senthir, Mahasiswa ArsitekturUII, Pecinta Pelestarian, Jogja
404. Widjaja Martokusumo, DR, Arsitek/praktisi Rancang Kota dan Dosen Departemen Arsitektur ITB
405. Widosari, penggiat SENTHIR, Jogja Heritage Society, Arsitek, Jogja
406. Widya Nayati, Dosen Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM,Yogyakarta
407. Vidya, Senthir, Mahasiswi Arsitektur UGM, Pecinta Pelestarian, Jogja
408. Wilma Margono, swasta, menetap di Paris-France,
409. Winanda PH, karyawan swasta, Jakarta
410. Wirawan Freefianto dr., Trisakti Community Heath Center (TCHC) Univ.Trisakti
411. Wita Simatupang, Arsitek, Jakarta
412. Wiwik Mahdayani, Mahasiswa S2 Jurusan Amenagement et gestion desstations touristiques (manajemen dan pengelolaan daerah tujuan wisata)Université Bordeaux III-Bordeaux-Perancis, email:wiwik.mahdayani@wanadoo.fr
413. Woerjantari Soedarsono, Arsitek dan Perancang Kota,Bandung
414. Woro Hapsari, mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, Jakarta
415. Wulan Maulina, Sahabat Museum, Jakarta
416. Yandi Andri Yatmo, Dosen Departemen Arsitektur UI, Jakarta
417. Yann Follain, Mahasiswa Program Pertukaran Ecole d’Architecture de Paris-Belleville, Prancis dan Jurusan Arsitektur UGM, Yogyakarta
418. Yordansyah D. Gomarathonda, Arsitek, Jakarta
419. Yulianto Sumalyo, Arsitektur FT UNHAS, Makassar
420. Yusran Taridala, Lembaga Kajian PASEBA Nusantara ('eL Aji Pantara)-KONAWE/UNAAHA Representative Office.
421. Yusuf Fajarudin, Senthir, Mahasiswa Arsitektur UGM, Pecinta Pelestarian, Jogja
422. Yuswadi Salya, Dewan Pimpinan BPPI, Arsitek, Bandung
423. Yuswantoro Adi, Anggota KERUPUK, Pelukis, Yogyakarta
424. Zulkifli, Senthir, Center for Heritage Conservation, pekerja pelestarian, Jogja
425. Zuumi Kudus, Antropolog/Widyaswara BPG Sulawesi Tenggara, Warga PASEBA-KENDARI


Tembusan:

Para Ketua Asosiasi Profesi

Posted by admin at November 27, 2004 05:35 AM

Comments

Pada dasarnya saya mendukung petisi. Dengan harapan perjuangan tidaklah mandek sebatas petisi, namun perlu mewacanakan serta mengkampanyekan kemasyarakat luas, akan arti penting Benda Warisan Cagar Budaya.

Posted by: Jhohannes Marbun at November 10, 2004 05:34 PM

Saya setuju sekali dengan pergerakan perjuangan arti penting dari benda warisan cagar budaya ini.

Terus semangat!

Posted by: Fitri Yanti at November 12, 2004 01:40 AM

Kepada Yth.
Badan Pelestarian Pusaka Nias

Dengan hormat,

Sehubungan dengan Petisi Melestarikan Pusaka Alam-Budaya Indonesia yang disampaikan kepada: Presiden RI, Ketua DPR-RI, Para Anggota Kabinet Bersatu, Para Gubernur se-Indonesia dan Para Walikota dan Bupati se-Indonesia, maka dengan ini kami dari:

YAYASAN PUSAKA NIAS/MUSEUM PUSAKA NIAS
Jl. Yos Sudarso No. 134-A, P.O. Box 16
Gunungsitoli 22812, NIAS – Sumatera Utara
Telp. (0639) 21920, 22286 Fax.: (0639) 21920
E-mail: museum@nias-portal.org
Website: http://museum.nias@portal.org

mendukung petisi tersebut guna mengoptimalkan dan memberhasilkan pusaka alam budaya Indonesia sebagai landasan untuk mempertahankan dan menunjukkan identas di antara suku-suku bangsa di dunia.


Hormat dan salam kami,

P. Viktor Waruwu, OFMCap., SH.
Ketua Yayasan Pusaka Nias

P. Johannes M. Hammerle, OFMCap.
Direktur Museum Pusaka Nias

Posted by: Yayasan Pusaka Nias/Museum Pusaka Nias at November 17, 2004 07:11 AM

kami sangat setuju dan mendukung petisi tersebut dengan harapan melibatkan berbagai unsur dan kompenen masyarakat.

Posted by: Fabius Ndruru / Ketua Sanggar SA'ERA at November 17, 2004 07:25 AM

Saya mendukung petisi ini.

Posted by: Mingky Listiyadhi at November 22, 2004 08:04 AM

Mendukung petisi ini.
Kalau tak salah, Marcu Kusuma ... barusan saja menerbitkan buku. Tapi apa dengan maksud memperkenalkan bangunan2/tempat2 bersejarah ini juga ? Karena kayaknya massa rakyat banyak tidak tau dan tidak kenal bangunan2/tempat2 bersejarah ini; Kecuali gedung2/tempat2 atas pilihan warisan orde baru macam Lubang Buaya, dan monumen militer dimana-mana itu. Jadi saranku agar penerbitan buku2 atau newsletter yg berilustrasi hasil jepretan maupun lukisan tempat/gedung tsb mesti dipergiat. Salut dari aku,

Posted by: Ben Abel at November 29, 2004 04:25 PM

sudah saatnya memang,...
saya dukung selalu , dan setuju sekalii
tetep semangat untuk kelestariaan Pusaka Alam-Budaya Indonesia... kalau bukan kita siapa lagi

Posted by: Realrich Syarief at December 27, 2004 04:28 PM

Salam pusaka,
Meski duka mendalam di tanah rencong. Bangun kembali akar budaya rencong dan rintis kembali petilasan sejarah di Meulaboh dan sekitarnya. Catat dan sampaikan dunia, "Aceh punya heritage yang perlu diingat sampai kapanpun".
Info sekilas : Ada buku Jejak Masa Lalu: Sejuta Warisan Budaya, 2004, ditulis Arwan Tuty Artha (Redaktur KR) dan Ahimsa-Putra (Antropolog UGM), diberi pengantar Ibu Sita Laretna Adhisakti. Siapa berminat please kontak kunci_ilmu@lycos.com, dan kepelcom@yahoo.com. Atau silakan akses di toko buku, siapa tahu sudah ada.
Terima kasih.

Salam pusaka.
Destha, Puspar UGM.

Posted by: destha at January 10, 2005 07:42 AM

Saya mendukung petisi ini karena kakek saya berusaha keras untuk melestarikan budaya maluku dan saya akan melanjutkan usahanya di kemudian hari. Benda warisan cagar budaya sangatlah penting bagi bangsa Indonesia.

Posted by: Farman Shah Alwi/Mahasiswa di Alliant International University at January 10, 2005 07:28 PM

bangunan -bangunan tua yang beraja di daerah kota jakarta barat kondisinya banyak yang sudah sangat memperihatinkan, dan kondisi lingkungan sekitar yang terasa kurang aman, saya berharap pemerintah daerah maupun pusat bersedia melihat langsung ke lapangan, karena bangunan - bangunan tersebut secara tidak langsung berpartisipasi terhadap kelahirannya negri ini. terima kasih

Posted by: eka prasetya at April 4, 2005 09:51 PM

bangunan -bangunan tua yang beraja di daerah kota jakarta barat kondisinya banyak yang sudah sangat memperihatinkan, dan kondisi lingkungan sekitar yang terasa kurang aman, saya berharap pemerintah daerah maupun pusat bersedia melihat langsung ke lapangan, karena bangunan - bangunan tersebut secara tidak langsung berpartisipasi terhadap kelahirannya negri ini. terima kasih

Posted by: eka prasetya at April 4, 2005 09:51 PM

bangunan -bangunan tua yang beraja di daerah kota jakarta barat kondisinya banyak yang sudah sangat memperihatinkan, dan kondisi lingkungan sekitar yang terasa kurang aman, saya berharap pemerintah daerah maupun pusat bersedia melihat langsung ke lapangan, karena bangunan - bangunan tersebut secara tidak langsung berpartisipasi terhadap kelahirannya negri ini. terima kasih

Posted by: eka prasetya at April 4, 2005 09:53 PM

Post a comment




Remember Me?