December 08, 2004
Seminar Sehari “Refleksi Kritis Akhir Tahun Pengelolaan Lingkungan Hidup di Yogyakarta”
Diselenggarakan oleh:
Dewan Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Bekerjasama dengan
Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada
Peserta
- Pemerintah
- Instansi
- LSM
- Legislatif
- Mahasiswa
- Akademisi
- Pemerhati lingkungan
- Pemerhati kebudayaan
Latar Belakang
Yogyakarta di tahun 2004 yang sebentar lagi akan usai, mencatat beberapa peristiwa penting yang terkait dengan persoalan lingkungan. Mulai dari gonjang-ganjing kasus Rencana Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), kasus pembuangan B3 oleh PT Budi Makmur, Pencemaran sumur oleh PT KAI, Penambangan pasir di lereng Merapi, masalah air Umbul Wadon, kasus-kasus pembangunan yang tidak ber-AMDAL, dan yang akhir-akhir ini merebak, kasus pembangunan Mal yang penuh kontroversi. Semuanya menunjukkan bahwa sementara perkembangan ekonomi meningkat di Yogyakarta, pada saat yang sama ia menimbulkan berbagai persoalan lingkungan yang riil.
Kasus-kasus lingkungan hidup sebagaimana dikemukakan di atas, juga mengisyaratkan betapa persoalan lingkgungan di daerah semakin meningkat dan kompleks, sementara kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola lingkungan belum memadai. Dikhawatirkan, apabila tidak dilakukan upaya-upaya yang strategis dan nyata, persoalan lingkungan akan semakin parah terjadi dan bahkan akan mengancam keberlanjutan Yogyakarta. Diperlukan kajian dan refleksi kritis persoalan lingkungan di Yogyakarta untuk memberi masukan bagi strategi pengelolaan lingkungan ke depan.
Tujuan Seminar
Seminar sehari ini bertujuan untuk memfasilitasi refleksi kritis terhadap berbagai persoalan lingkungan hidup di Yogyakarta, khususnya mengacu pada peristiwa-peristiwa lingkungan yang terjadi pada tahun 2004. Diharapkan dengan refleksi kritis ini dapat dibanguan kesadaran baru akan pentingnya persoalan lingkungan di Yogyakarta dan bagaimana dapat dirumuskan strategi pengelolaan lingkungan yang lebih baik ke depan.
Tempat dan Tanggal
Seminar akan dilaksanakan pada:
Hari : Sabtu
Tanggal : 11 Desember 2004
Bertempat di : Gedung UC (University Center) UGM, Yogyakarta
Susunan Acara
08.00 – 08.30 : Pendaftaran
08.30 – 09.00 : Pembukaan dan Sambutan
09.00 – 12.30 : Pleno1: Review Persoalan Lingkungan di DIY
-Persoalan Air:
Prof. Dr. Sudarmedji, MEng.
-Persoalan Kota:
Dra. Anggi Minarni/KRUPUK
-Persoalan Lingkungan Budaya:
Dr. Laretna Trisnantari, March
-Persoalan Limbah/Pencemaran:
Dr. Eko Sugiharto, MSc.
-Persoalan Lingkungan Alam:
Prof. Danisworo, PhD.
-Moderator:
B. Setiawan
12.30 – 13.30 : ISHOMA
13.30 – 15.00 : Pleno 2: Review Persoalan Pengelolaan Lingkungan
-Budaya dan Gaya Hidup:
Romo Tirun
-Penegakan Hukum:
WALHI
-Kapasitas Kelembagaan:
Ir. Bambang Harimurti/Bappedal
-Partisipasi Masyarakat:
Prof. Dr. Sunyoto usman
-Moderator
M. Baiquni
15.00 – 15.30 : Rehat Kopi
15.30 – 16.30 : Sidang Pleno dan Penutupan
Sekretariat
-Dewan Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana No 11 Yogyakarta,
telp:0274-562628, Fax: 0274-564945
Kontak Person: Bapak Udin/Bapak Agus
-Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada
Jl. Lingkungan Budaya, Sekip Utara Yogyakarta
Telp. 0274-565722/902410, Fax: 0274-565722
Kontak Person: Ibu Lily/Ibu Suparmi
Posted by Sinta at 08:43 AM | Comments (0)
November 23, 2004
Announcing the "3rd International Field School for Asian Heritage
Greetings from Ahmedabad!
Hope you all are fine in health and spirits. This year India has been selected to
conduct the 3rd IFSAH and Heritage Initiatives of the Nehru Foundation for
Development will be organizing the 3rd International Field School for Asian
Heritage (IFSAH) in India starting 14th January 2005.
The Nehru Foundation for Development is a charitable trust dedicated to promoting
societal development by facilitating community participation and thereby enriching
the decision making process. One of the foundation's thrust areas is helping
societies realize their traditional, cultural heritage and initiating measures to
conserve it.
We had some very educative and inspiring moments during the 2nd IFSAH, and we hope
to carry forward the tradition. The 3rd IFSAH, would emphasise on innovative and
community based heritage management techniques toward urban conservation. An attempt
to share and analyze the conservation efforts by the Local Governments and citizens
initiatives in India as compared to those in other parts of Asia.
The field school1 Field school: is expected to commence on 14th Jan 2005 for a
duration of three weeks with participants from Asia with a intake capacity of 25
students, and would comprise of lectures on Urban Conservation field trips to
various culturally and architecturally significant places in North-West India. The
second section would compromise of a Workshop on Asian Heritage, in Ahmedabad.
With some rebudgeting and sponsoring, entire package of the field trip and the
Symposium is now expected to cost 650$ per head for individuals and 1000$ for
sponsored candidates. The IFSAH fees include inter city travel during field trips,
Lectures, local transportation, workshop materials, lodging and meals.The fees does
not cover international travel and other day to day expenses incurred by the
participants their three weeks program.We would like to give preference to
participants who have attended earlier IFSAH's, and pass on any concessions if any.
A tentative program is enclosed for your reference. We would be happy to furnish any
further details/clarifications that you may require. Any suggestions for a more
fruitful and meaningful outcome to the field school would be greatly appreciated.
We look forward to hearing from you.
With regards,
Yours sincerely,
(Debashish Nayak)
Posted by admin at 01:53 AM | Comments (0)
November 02, 2004
Bataviawalks, Menyusuri Masjid Tua di Jakarta bersama Anak Jalanan dan Yatim
KPSBI-Historia mempersembahkan:
Bataviawalks: Menyusuri Masjid Tua di Jakarta
bersama Anak Jalanan dan Yatim
Minggu, 7 November 2004, Pkl. 14.00-18.30 WIB
ROUTE:
Museum Sejarah Jakarta
Stadhuis Plein
Kerkstracth
Kali Besar
Toko Merah
Chartered Bank
Jl. Telepon Kota
Jl. Pasar Pagi
Jl. Pengukiran II
Mesjid Al Anshor
Jl. Pekojan raya
Mesjid Langgar Tinggi
Mesjid Annawier /Mesjid Pekojan
Kampung Arab
Jl. Bandengan
Stasion KA Angke
Mesjid Angke
nara sumber:
M. Isa Anshari
Asep Kambali
dibuka untuk peserta bebas/umum dengan biaya:
Rp. 30.000,- (umum)
dari harga biasa Rp. 20.000,-
Rp. 20.000,- (student)
dari harga biasa Rp. 10.000,-
(subsidi silang bagi anak yang kurang mampu (kekurangan dana, red)(peserta umum maksimal 50 orang, dan anak jalanan estimasi 100 orang, bisa lebih tergantung dana)
peserta disarankan :
1. memakai topi anti panas :)
2. membawa handuk kecil, coz walking asli
3. membawa air minum bagi yang tidak berpuasa, yang puasa jangan :)
4. pakaian santai tapi sopan
5. membawa kamera atau alat domunetasi lain bagi yang seneng moto
5. untuk sumbangan: bagi anda yang punya makanan kecil, kolak, dan makanan bukaan lain yang mau nyumbang, dipersilahkan
6. membawa pakaian layak pakai putra-putrinya yang tidak terpakai lagi, atau baju baru kalau ada, dipersilahkan bagi yang mau nyumbang
7. dana tambahan untuk membantu panitia, dan berbagi bingkisan untuk anak yatim dan anak jalanan, kami tunggu dengan senang hati
Informasi selengkapnya:
Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia
(KPSBI-HISTORIA)
Jl. Pemuda II No. 35 Rt. 006/02 Rawamangun Jakarta Timur 13220
Asep Kambali di 0813-1550-1669, 0813-150-1669
Ida 0815-8621-8217
Suratman 0815-819-8586
Posted by Sinta at 05:34 AM | Comments (0)
International Seminar and Workshop on Heritage Conservation in Buton Castle
Pusat Kajian Indonesia Timur (PUSKIT) Universitas Hasanuddin disponsori oleh The Japan Foundation, Makassar menyelenggarakan "International Seminar and Workshop on Heritage Conservation in Buton Castle" di Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-5 Desember 2004. Kegiatan akan dimulai dengan sebuah preliminary seminar di atas kapal Mutyara yang akan berangkat pada tanggal 1 Desember 2004 pukul 19.30 WITA. Untuk selanjutnya, seminar akan dilaksanakan tanggal 2-5 Desember di kota Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara yang tepatnya akan diselenggarakan di kawasan Benteng Keraton Buton. Seminar ini bertemakan Gerakan Pelestarian Pusaka di Indonesia Bagian Timur.
Bagi yang berminat silakan menghubungi contact person:
Valentina Syahmusir, HP. 081524034015/ 08124207538.
Meta Sekar Puji Astuti, kantor PUSKIT UNHAS, 0411-588500 atau fax. 0411-585636 atau lewat mailing list JPPI atau di puskit3@yahoo.com.
Posted by Sinta at 03:51 AM | Comments (0)
October 15, 2004
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Organisasi Pelestarian di Sumatra
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Organisasi Pelestarian di Sumatra(Building Training for Heritage Organizations in Sumatra) Tahap I telah
selesai dilaksanakan di Bukittinggi, 5-12 Oktober. Pelatihan ini diikuti 11
organisasi pelestarian dari Aceh hingga Lampung plus Pemko Bukittinggi.
Setiap peserta membuat rencana aksi yang akan dilaksanakan di daerah
masing-masing. Rencana aksi dari Aceh dan Bengkulu terpilih sebagai rencana
aksi yang kreatif dan baik sekali sehingga mendapat dana apresiasi dari
panitia untuk pelaksanaannya. Aceh akan membuat buku komik tentang sejarah
di Banda Aceh dan Bengkulu akan membuat display untuk Benteng Malborough.
Seluruh pelaksanaan rencana aksi ini akan dievaluasi dan ditingkatkan lagi
melalui Pelatihan Tahap II akan dilaksanakan 8-13 Mei 2005 di Palembang dan
Bangka.
Info lanjut hubungi : Hasti Tarekat
Posted by admin at 04:53 AM
October 14, 2004
Pesta Seni dan Budaya Dayak III se Kalimantan
Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Kristiani Sintang (FKPMKS) selaku organisasi pelajar mahasiswa asal Kabupaten Sintang yang sedang berstudi di Jogja akan mengadakan Pesta Kesenian Budaya Dayak III se Kalimantan. Kegiatan yang bertempat di Purna Budaya ini mempunyai maksud untuk memperkenalkan Budaya Suku Dayak sekaligus mempromosikan Jogja sebagai kota Multi Etnis Indonesia Mini.
Panitia kegiatan ini menyatakan bahwa proses perkembangan suatu daerah tidak hanya di lihat dari sisi politik, ekonomi tapi juga dari sisi kebudayaannya, karena kebudayaan merupakan identitas suatu daerah yang membedakan suatu daerah dengan daerah lainnya. Kegiatan yang akan berlangsung 22-23 Oktober 2004 ini merupakan bentuk kepedulian FKPMKS akan kebudayaan daerah guna mengenalkan dan memantapkan identitas daerah bagi generasi muda.
Kegiatan ini mengangkat tema “Bersikap kritis akan perkembangan daerah” dengan bentuk acara pameran kerajinan dan karya seni, Festival Tari, Lomba Menggambar Motif Dayak dan malam kesenian. Diharapkan masyarakat luas, wisatawan, wartawan dan pemerhati akan menikmati acara ini.
Dikutip dari:
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY Online
10/11/2004
Posted by admin at 02:58 AM | Comments (0)