« Mengulik Saujana Budaya Tiga Kawasan Cagar Budaya Di Yogyakarta | Main | Bangunan Tua di Medan Nasibmu Kini.. »

October 25, 2004

BADAN PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA ( BPPI )

Baru-baru ini telah lahir sebuah badan pelestarian pusaka yang bernama BADAN PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA (BPPI) di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 2004 oleh para anggota Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia. Berikut adalah informasi lengkap mengenai BPPI.

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia adalah suatu organisasi masyarakat yang
bertujuan untuk memperkuat dan membantu Pelestarian Pusaka Indonesia.
Indonesia mempunyai budaya yang kaya dan beragam. dengan 700 kelompok
etnik, masing-masing dengan bahasa, kearifan lokal, dan tradisinya. Sebagai
negara kepulauan Indonesia mempunyai lebih dari 17.000 pulau dengan beragam
flora dan faunanya serta kekayaan sumber daya alamnya. Banyak dari pusaka
alam dan budaya yang tak ternilai hilang, rusak, atau terancam karena
ketidak pedulian dan salah urus. BPPI akan bekerjasama dengan berbagai
pihak terkait untuk memperkuat sistem pelestarian, serta membantu
menyelamatkan dan memelihara aset yang tak ternilai tersebut.

BPPI didirikan pada tanggal 17 Agustus 2004 oleh para anggota Jaringan
Pelestarian Pusaka Indonesia, para profesional, kalangan perguruan tinggi,
tokoh komunitas, dan mereka yang peduli pada pelestarian pusaka. Peresmian
pembentukannya disaksikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, pejabat
berbagai departemen, lembaga swadaya masyarakat, dan media.

Program utama BPPI adalah:

menyiapkan dan menyampaikan masukan untuk kebijakan, strategi, program,
panduan, dan mekanisme pelestarian pusaka di Indonesia.
Membantu pengembangan kapasitas dalam pelestarian pusaka, dan membangun
gerakan pelestarian bersama instansi, komunitas, dan dunia usaha melalui
pendidikan, pelatihan, lokakarya, seminar, pengembangan basis data dan
web-site, publikasi, promosi, dan pendampingan.
mengembangkan sistem pendanaan untuk pelestarian pusaka Indonesia
melalui kerjasama dengan lembaga nasional dan internasional, mengusulkan
insentif dan peringanan pajak dari pemerintah, serta bekerja bersama dengan
komunitas dan dunia usaha.

Anggota BPPI adalah perorangan dan organisasi dari beragam disiplin
seperti: arsitektur, perencanaan kota, lingkungan hidup, arkeologi,
sosiologi, antropologi, ekonomi, hukum, sejarah, sastra dan sebagainya.
Meskipun BPPI baru didirikan beberapa bulan yang lalu, tetapi perorangan
dan organisasi anggotanya di berbagai daerah telah lama aktif dalam
advokasi dan kerja nyata pelestarian di lapangan bersama komunitas.
instansi, dan dunia usaha.

Pada puncak organisasi terdapat Majelis Pelestarian yang mewakili komunitas
pelestarian di berbagai daerah, dan bertugas untuk mengawasi organisasi
agar berjalan sesuai dengan tujuan dan cara yang disepakati. Dewan Pimpinan
(Board of Trustees) menetapkan kebijakan dan strategi, serta
bertanggungjawab atas pengambilan keputusan penting dalam organisasi.

Dewan Pimpinan membawahi Badan Pelaksana yang melaksanakan kegiatan
operasional. Badan Pelaksana dikoordinasikan oleh seorang Direktur
Eksekutif yang dibantu oleh beberapa manajer untuk bidang-bidang yaitu:
manajer untuk pelestarian alam, manajer untuk pelestarian
bangunan/kawasan/tangible culture, serta manajer untuk pelestarian
intangible culture. Disamping itu ada pula manajer untuk sistem pendukung
yaitu manajer untuk penelitian dan pengembangan, manajer untuk
pemberdayaan, dan manajer untuk pengembangan sistem informasi & publikasi.
Badan Pelaksana mempunyai Sekretaris Umum yang mengelola seluruh kegiatan
administrasi dan Bendahara yang mengelola keuangan organisasi.

BPPI mempunyai Dewan Penasehat yang memberi saran/masukan kepada Dewan
Pimpinan, dan Badan Pelaksana. Para manajer bidang dan sistem pendukung
dapat mengundang beberapa anggota Dewan Penasehat untuk menjadi Tim Pakar
untuk kegiatan spesifik. Dapat juga diundang ahli lain yang dipandang perlu
dari luar Dewan Penasehat.

Organisasi anggota BPPI bersifat otonom. Peran BPPI adalah memfasilitasi
dan membantu anggotanya. Bantuan dapat berupa informasi, bantuan teknis,
atau bantuan keuangan dimana mungkin. BPPI membantu membangun
dukungan/dorongan nasional untuk penyelesaian masalah krusial di daerah.
BPPI membantu anggotanya dalam berkomunikasi dengan lembaga nasional dan
internasional

Struktur Organisasi:

MAJELIS PELESTARIAN

|

|

|
|

D.PENYANTUN ----- DEWAN PIMPINAN----------DEWAN PENASEHAT

|

|

DIREKTUR EKSEKUTIP

|

|

MANAJER


badan pelaksana

Dewan Pimpinan BPPI

Dr. Laretna Adishakti, arsitek, Ketua Jaringan Pelestarian Pusaka
Indonesia

Prof. Mundardjito, arkeolog, gurubesar jurusan Arkeologi, Universitas
Indonesia

Prof. Sardono W Kusumo, budayawan, Rektor Institut Kesenian Jakarta

Prof. Paulus Wirutomo, Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Sosial, Univ.
Indonesia

Bapak Nono Anwar Makarim, ahli hukum senior.

Dr. Felia Salim, ahli ekonomi/perbankan

Ibu Pia Alisyahbana, media, sesepuh Femina Group

Bapak Sudarmaji Damais, ahli permuseuman

Bapak Bondan Winarno, ahli komunikasi, Ketua ”Jalan Sutra” Culinary
Heritage Society

Drs. Nunus Supardi, arkeolog, budayawan.

Ir. Yuswadi Salya M.Arch, arsitek, sesepuh Lembaga Sejarah Arsitektur
Indonesia

Ir. Marco Kusumawijaya MSc, arsitek, ahli perkotaan

Ir. Suhadi Hadiwinoto, arsitek.

Badan Pelaksana:

Direktur Eksekutip : Ir. Suhadi
Hadiwinoto

Sekretaris Umum : Ir. Catrini
Pratihari MSc

Bendahara : Dr.
Naniek Widayati

Manajer, Pelstarian Alam : Dr. Ning
Purnomohadi

Manager, Pelestarian Tangible Culture : Ir. Bambang Eryudawan MSi.

Manager, Pelestarian Intangible Culture : Restu Imansari,
penari

Manager, Pemberdayaan : Ir. Bambang
Susetyarto MSi.

Manager, Sistem Informasi : Drs. Tantyo
Bangun MSi.

Tim Teknis: Nirwono Yoga, Hasan Halim, Aditya Fitrianto, Ade Christina,
Devina, Nadia, Ria, Ella Ubaidi, Rini, Andre Rusdi, David, Ervin, Putro,
Woro

Dewan Penasehat BPPI:

Ir. Erna Witular MSc, hubungan internasional, dan lembaga swadaya
masyarakat

Ibu Frances Afandi, anthropolog, Ketua ICOMOS Indonesia

Prof. Edi Sediawati, arkeolog, gurubesar University of Indonesia

Prof. Uka Tjandrasasmita, arkeolog, gurubesar Universitas Pakuan

Prof. Habib Mustopo, arkeolog, gurubesar Universitas Negeri Malang

Prof. Sri Edi Swasono, ekonom, Bappenas

Prof. Gunawan Tjahjono, arsitek, gurubesar Universitas Indonesia

Prof Johan Silas, arsitek, gurubesar Institut Teknologi Surabaya

Prof. Sandi Siregar, arsitek, gurubesar Univeritas Parahyangan

Prof. Supanggah, musikolog, Institut Seni Indonesia, Solo

Drs Hari Untoro Dradjat MA, arkeolog, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata

Ir. Myra Gunawan MSc, ahli pariwisata, Kementrian Kebudayan dan Pariwisata

Dr. Meutia Swasono, antropolog, Kementrian Pengembangan Peran Wanita

Dr. Jo Santoso, ahli perkotaan, gurubesar Universitas Trisakti

Dr. Jusna M. Amin, dosen arsitektur lansekap, Universitas Trisakti

Dr. Bakti Setiawan, ahli lingkungan hidup, dosen Universitas Gajahmada

Dr. Eko Alvares, arsitek, dosen Universitas Bung Hatta.

Dr. Wicaksono Sarosa, ahli perkotaan, Urban and Regional Development
Institute

Dr. Daud Tanudirjo, arkeolog, Universitas Gajahmada

Dr. Djauhari Sumintareja, arkeolog, Pusat Dokumentasi Arsitektur

Dr. Widjaja Martokusumo, arsitek, dosen di Institut Teknologi Bandung

Dr. Dwi Sulistyawati, peneliti di LIPI

Drs. Setianto P. Santosa MBA, ahli manajemen

Ir. Han Awal, arsitek, pendiri Pusat Dokumentasi Arsitektur

Drs. Hans Kartikahadi, akuntan senior

Dipl Arch Budi Lim, konsultan, ahli pelestarian

Ir. Budi Sukada MSi, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia

Ir. Tuti Purwani MSi, Ketua Persatuan Sarjana Arsitektur Indonesia

Ir. Harastuti MSi, arsitek, dosen Universitas Parahyangan

Ir. Meta Sekar Pujiastuti Msi, arsitek, dosen di Universitas Hasanuddin

Ir. Popo Danes, MSi, arsitek, ahli arsitektur tradisional Bali

Ir. Rai Pratadaya, arsitek, ahli perkotaan.

Ir. Sri Hadiarti MSi, arsitek, Departemen Pekerjaan Umum

Ir. Sugeng Gunadi MLA, ahli arsitektur lansekap, dosen ITS

Ir. Suhardi MSi, arsitek, ketua Badan Warisan Sumatra

Bapak Eka Budianta, penulis, budayawan

Ibu. Suliantoro, pembina industri kerajinan

Ibu Lucia Dhamayanti, Perpustakaan Nasional

Drs. Suwati Kartiwa MSc, ahli permuseuman

Ir. Titi Handayani, M.Arch, dosen Universitas Gajahmada

Ir. Dwita Rahmi Hadi M.Arch, dosen Universitas Gajahmada

Bapak Husni SH, ahli hukum di Yogya

Bapak. Tjokorda Raka Kerthyasa, ahli tradisi Bali.

Ir. Wahyuningsih Herbowo Msi, arsitek, Universitas Indonesia

Ir. Adhimursid, arsitek, sesepuh Ikatan Arsitek Indonesia

Ir. Aria Abieta Msi, arsitek, dosen Universitas Tarumanegara

Drs IGN Anom, arkeolog, mantan Dirjen Kebudayaan

Drs. Yunus Satrio MHum, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata

Drs. Hardini Sumono, arkeolog, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata

Drs. Prio, arkeolog, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Drs. Dewi Tunjung MHum, arkeolog, Kantor Suaka Purbakala, Jawa Tengah

Ir. Hengki Hermantoro MSi, ahli pariwisata, Kement. Kebudayaan dan
Pariwisata

Ir. Haryo Sasongko MUP, ahli perkotaan, Departemen Dalam Negeri

Ir. Susongko Sigit, Kementerian Lingkungan Hidup

Ir, Pingki Pangestu MTCP, ahli perkotaan, URDI.

Timotichin Kwanda BSc. MRP, arsitek, dosen Universitas Petra, Surabaya

Drs. Hasti Tarekat Msi, sosiolog, Badan Warisan Sumatra

Ir. Kastawan MSc, arsitek, Lembaga Pelestarian Warisan Budaya Bali

Ir. Ruchyat Tjakrawiralaksana, arsitek, konsultan

Ir. Nurrochman Sidarta, arsitek, konsultan

Ibu. Ully Sigar Rusady, pembina gerakan pelestarian lingkungan hidup.

Ir. Tjatur Kukuh, Dewan Kesenian Lombok

Majelis Pelestarian:

Pengangkatan anggota Majelis Pelestarian akan menunggu ditetapkannya
kriteria dan proses pemilihan anggota Majelis Pelestarian dengan
persetujuan Dewan Pimpinan dan Dewan Penasehat.

Dewan Penyantun:

Dewan Penyantun bertugas mengembangkan sistem pendanaan pelestarian.
Pengangkatan anggota Dewan Penyantun akan menunggu ditetapkannya kriteria
dan proses pemilihan anggota Dewan Penyantun dengan persetujuan Dewan
Pimpinan dan Dewan Penasehat

Alamat:

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia

Jalan Setiabudi Barat no. 8, Jakarta 12910

Phone/fax: 021-819 2561 or 0812 901 7290

komunikasi e-mail dapat dilakukan melalui

bppi@/

suhadi@/

Posted by admin at October 25, 2004 05:00 AM

Comments

saya, Johannes, pemerhati bangunan tua. Saya tertarik terhadap bangunan tua di Indonesia ini. Bolehkah saya bergabung sebagai partisipan dalam BPPI ini? dan apa yang bisa saya sumbangkan untuk BPPI dan pusaka di Indonesia secara umum, tentu dengan latar belakang ilmu saya yaitu arsitektur?

terima kasih

Posted by: johannes adiyanto at November 23, 2004 05:57 AM

Saya dosen Universitas Bina Nusantara - Jakarta tertarik bergabung dg BPPI ( bagaimana caranya ya ? ),
didalam berbagi dg mahasiswa ..saya selalu mencoba membangun kepedulian kawula muda terhadap bangunan tua yg tentunya mempunyai nilai sejarah, .....serta membangun kepedulian kawula muda terhadap pola-ragam hias-asli Indonesia ( agar mereka tidak berkiblat kenegara lain ).Terima kasih.

Posted by: Indra Tjahjani, Ir,SS,MLA,MMSI at December 17, 2004 04:03 PM

Hello folks nice blog youre running

Posted by: lolita at January 20, 2005 02:09 AM

Post a comment




Remember Me?